• L3
  • DONATUR "SANTRI,ANAK YATIM,JANDA" MISKIN
  • PASANG IKLAN
  • KUIS BERHADIAH
  • IMAM MASJID/HAFIDZ UMROH GRATIS
  • DONATUR UMROH
  • RUKUN IMAN
    • Iman Kepada Alloh
    • A
    • A
    • A
    • A
    • E
    • Iman Kepada Alloh
    • A
    • A
    • A
    • A
    • E
    • Iman Kepada Alloh
    • A
    • A
    • A
    • A
    • E
    • Iman Kepada Alloh
    • A
    • A
    • A
    • A
    • E
    • Iman Kepada Malaikat2-Nya
    • A
    • A
    • A
    • A
    • E
    • By Theme
    • A
    • A
    • A
    • A
    • E
    + New Deals
  • RUKUN ISLAM
    • Iman Kepada Alloh Subahaanahu Wa Ta'aala
    • A
    • A
    • A
    • A
    • E
    • By Category
    • A
    • A
    • A
    • A
    • E
    • By Category
    • A
    • A
    • A
    • A
    • E
    • By Category
    • A
    • A
    • A
    • A
    • E
    • By Theme
    • A
    • A
    • A
    • A
    • E
    + New Deals
  • AMAR MA'RUF
    • Iman Kepada Alloh Subahaanahu Wa Ta'aala
    • A
    • A
    • A
    • A
    • E
    • By Category
    • A
    • A
    • A
    • A
    • E
    • By Theme
    • A
    • A
    • A
    • A
    • E
    + New Deals
  • NAHI MUNKAR
    • ala
    • A
    • A
    • A
    • A
    • E
    • By Category
    • A
    • A
    • A
    • A
    • E
    • By Theme
    • A
    • A
    • A
    • A
    • E
    + New Deals
  • KISAH NYATA
    • Iman Kepada Alloh Subahaanahu Wa Ta'aala
    • A
    • A
    • A
    • A
    • E
    • By Category
    • AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA
    • A
    • A
    • A
    • A
    • E
    • By Theme
    • A
    • A
    • A
    • A
    • E
    + New Deals

COPAS

Arsip Blog

  • ▼  2015 (86)
    • ►  Desember (41)
    • ►  November (10)
    • ►  Oktober (5)
    • ▼  September (28)
      • akh teori
      • MARI MANFAATKAN SMART PHONE KITA UNTUK BERTAQWA KE...
      • Kisah Relawan Cilik : Berdakwah Dengan Cara Mengin...
      • Petikan cerita saudari muslimah dari Australia
      • “…Ya Allah, !apangkanlah dada ayah dan ibuku untuk...
      • Pemuda Ukraina Yang “Gila” Fisika Memeluk Islam Ka...
      • Kisah Gadis Kecil Yang Shalihah
      • Menggapai Cinta Ibu
      • Kisah Sabar Yang Paling Mengagumkan
      • Sebelum Meninggal Dia Mengatakan, “Aku Mencium Bau...
      • Taubatnya Seorang Jagoan
      • Sikap Menawan Da’i Buta Berbuah Hidayah
      • Ayah..Engkau Lebih Berharga Dari Uang Itu..
      • Panduan Shalat Idul Fithri dan Idul Adha
      • KISAH NYATA : RUMAH TANGGA HANCUR GARA-GARA FB DAN BB
      • Kumpulan Artikel tentang Saudi
      • KISAH HIDAYAH BERJILBAB
      • KISAH BAKTI SEORANG PEMUDA BERSAMA IBUNYA YANG GILA
      • PRIVAT BELAJAR BAHASA ARAB
      • cara menyembelih yang sesuai sunnah
      • TOKO KITAB AL-UMMAH DI UNAIZAH AL-QOSIM SAUDI ARABIA
      • kisah nyata penjual krupuk yang buta penyubur keim...
      • Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz menginstruks...
      • orang nyleneh
      • kisah nyata tentang jilbab
      • Kisah Nyata: "Tas Siswi SMA" yang Membuat Menangis
      • BELIDIAKU AJA
      • OKSIGEN
    • ►  Juni (1)
    • ►  Maret (1)
  • ►  2014 (4)
    • ►  Januari (4)
  • ►  2013 (2)
    • ►  Desember (1)
    • ►  November (1)

Silahkan Ketik kata yang Saudara cari.

Yang Banyak Dibaca diantaranya :

  • KITABSUNNAH.COM
    www.kitabsunnah.com menjual buku-buku islami
  • (tanpa judul)
    JUJUR
  • (tanpa judul)
    BERAKHLAK BAIK KEPADA MAKHLUK
  • DAFTAR ISI
  • Petikan cerita saudari muslimah dari Australia
    Seorang muslimah saudari kita telah mengirimkan sebuah cerita penuh hikmah…meskipun mungkin diantara kita ada yang pernah mendengarnya. Semo...
  • (tanpa judul)
    MUNAFIK
  • (tanpa judul)
    NAHI MUNKAR
  • ARTIKEL ILMIAH
    ARTIKEL ILMIAH
  • (tanpa judul)
    RUKUN IMAN
  • (tanpa judul)
    SYIRIK

Rabu, 23 September 2015

“…Ya Allah, !apangkanlah dada ayah dan ibuku untuk shalat...”

Oleh : Ibrahim bin Mubarok. Imam Khatib Jami’ Ali bin Abi Thalib di Kota Ihsa’
Ini adalah seorang anak yang diilhami Allah Subhanahu wa Ta’ala untuk teguh, diberi taufiq untuk berada di atas kebenaran dan dilapangkan dadanya dengan keimanan setelah dia mendengar untaian-untaian kalimat jujur yang keluar dari guru dan teman-temannya tentang shalat, keagungan dan kedudukannya dalam syariat.
Maka diapun mendatangi shalat, menjaga kelestariannya, sementara dia diuji dengan kedua orangtuanya yang tidak menjaga shalatnya.
Mulailah sang ibu mengkhawatirkan keluarnya anak ini dari rumah untuk shalat secara umum, terutama untuk shalat subuh. Bahkan sang ibu berusaha agar membuat sang anak mengecualikan subuh dari shalat-shalat lain (dengan tidak mendatanginya keluar dari rumah di pagi hari). Akan tetapi shalat telah tertanam dalam lubuk hati dan rohnya. Sang ayahpun berusaha untuk meringankan larangan sang ibu dengan berkata kepadanya, ‘Jangan engkau halangi keinginannya, itu adalah satu masa dari masa kanak-kanak’.
Haripun berjalan, sementara apa yang diharapkan oleh sang ayah tidaklah terwujud. Di suatu pagi di hari Jum’at, sang ibu tidak mendengar langkah masuk dan datangnya sang anak dari shalat subuh. Dengan segera sang ibu berdiri dan pergi ke kamar sang anak. Saat di depan pintu dia mendengar sebuah suara yang rnenggema yang rnembangkitkan perasaan. Sang ibupun membuka pintu, ternyata dia melihat sebuah pemandangan yang menakjubkan. Tahukah anda, pernandangan apa yang dilihat oleh sang ibu?
Sang anak sedang rnengangkat kedua tangannya ke langit dan dengan lesannya yang penuh ketundukan dia berdoa dengan mendesak seraya membaca dengan berulang ulang:
‘Ya Rabbi, berilah hidayah hati ayah dan ibuku untuk shalat, ya Rabbi, ya Rabbi, berilah hidayah hati ayah dan ibuku untuk shalat.’
Sang ibupun berdiri, perasaan aneh telah menguasai dirinya saat dia mendengar doa tersebut ‘Ya Allah, berilah hidayah ayah dan ibuku uituk shalat’.
Diapun pergi kepada sang ayah untuk mengabarinya seraya berkata,“Berdirilah, dan dengarkan apa yang diperbuat oleh anak kita.” Sang ayah menyangka bahwa sang anak telah membakar dirinya sendiri atau ingin mencabut nyawanya sendiri.
Sang ayah datang dengan rasa kantuknya hanya demi menuruti istrinya. Tatkala dia sudah dekat dari kamar sang anak, dia mendengar desahan-desahan yang bercampur dengan kalimat-kalimat yang menyentuh perasaan. Dia membuka pintu kamar. Maka dia melihat sang anak sedang dalam keadaan shalat. Bukan hanya ini, bahkan dia tengah berdo’a kepada Allah serta mengulang-ulang do’a,“…Ya Allah, !apangkanlah dada ayah danibuku untuk shalat...”
Tatkala sang ibu melihat pemandangan yang menyentuh ini, mengalirlah air matanya, tergeraklah keinginannya, hilanglah darinya kegelapan, lalu diapun menghambur, memeluk dan menimang sang anak yang masih kecil.
Saat itu pula keimanan sang ayah tergerak yang diikuti dengan bercucurannya air mata dan tangisan. Maka terkumpullah padanya cahaya hidayah, dan Allah telah melapangkan dadanya dengan kalimat-kalimat dan si kecil tersebut. Tidaklah sang ayah mampu menguasai jiwanya saat mendengar do’a dari buah hatinya yang masih kecil tersebut kecuali dia segera bangkit lalu menimang dan memeluk si kecil dengan erat.
Saat itulah, saat kembali kepada Allah, sang ayah berkata kepada si kecil: “Allah Subhanahu wa Ta’ala telah mengabulkan do’amu wahai buah hatiku”.
Sejak saat itu, sang ayah tidak pernah meninggalkan shalat berjama’ah, sementara sang ibu menjadi sahabat musholanya.Maka Maha Suci Allah yang telah memberikan hidayah kepada mereka, serta menganugerahi mereka kebaikan. Allah Subhanahu wa Ta’ala telah berfirman yang artinya,“Barangsiapa yang Allah menghendaki akan memberikan kepadanya petunjuk, niscaya dia melapangkan dadanya untuk (memeluk agamaIslam, dan barangsiapa yang dikehendaki Allah kesesatannya,niscaya Allah menjadikan dadanya sesak lagi sempit,…” (QS.AlAn’am: 125)
Sesungguhnya, itulah do’a… Panah malam hari yang mampu mengetuk pintu-pintu langit. Maka tatkala siang hari datang dengan cahayanya, menjadi nyatalah pengaruh-pengaruhnya, serta menjadi tampaklah buahnya. Sesungguhnya do’a itu telah mengetuk pintu langit. Sebuah batu tidak mungkin terpecah dengan sekali pukulan, maka haruslah diketuk berulang kali.
Selamat bagirnu wahai anak dengan keinginan kuatmu menyampaikanmu kepada hasil gemilang.
Selamat bagimu wahai sang guru dengan pahala yang besar.
Selamat bagi anda wahai para pembaca budiman yang telah membaca kisah ini.
Allah telah memelihara kedua tangan kecil yang memegang semangat dakwah kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Dua buah tangan yang di dalamnya bercampur kekanak-kanakkan dan kedewasaan, kecintaan dan kemauan. Maka di manakah kemauan kita bila dibandingkan dengan kemauan si kecil tersebut? Bagaimanakah jerih payah kita terhadap keluarga dan kerabat kita? Mudah-mudahan Allah Subhanahu wa Ta’ala memberikan keselamatan dan afiah kepada kita semua.
(AR)*
***dari bundel 6 majalah Qiblati
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Bagikan ke XBerbagi ke Facebook
  • Twitter
  • Facebook
  • Google
  • Tumblr
  • Pinterest
Diposting oleh MAITSEMANGAT di 00.46
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Bagikan ke XBerbagi ke Facebook
Label: KISAH PENUH HIKMAH

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda
Langganan: Posting Komentar (Atom)